Jumat, 15 Mei 2015

Ciater Problem Solving

Segala puji bagi Allah SWT, tak lupa shalawat dan salam kepada junjungan alam Nabi Muhammad SAW. Selamat datang di Ashim Center, celotehannya yang ceplas-ceplos tapi enak untuk dibaca. Ini merupakan perwujudan misi saya dalam mengkritisi dunia ini, yang penuh dengan kenikmatan dan kekhilafan. Dipenuhi dengan para bajingan dan para aliman, kalo nggak alim ya berarti bajing.




By The Way . . .


Saya akan membagikan kisah saya ketika menjalani liburan di daerah Subang, lebih tepatnya di Ciater. Tempat wisata yang ramai dikunjungi wisatawan lokal, apalagi ketika weekend sebagai refreshing otak yang penuh beban. Banyak sekali berdatangan bus-bus besar yang datang kesini. Dengan lahan parkir yang lumayan besar dan dikelilingi oleh toko oleh-oleh khas daerah tersebut. But Mother Fucker, lahan parkir yang sebesar itu tidak sebanding dengan fasilitas lahan parkir tersebut. Tentu itu membuat Ciater ini derajatnya lebih rendah dimata saya. Apa buktinya ?, Pertama, lahan parkir yang seluas itu hanya dialasi / didasari oleh batu dan tanah saja, meski ada beberapa yang memakai paving namun itu hanya sebagaian kecil saja, bahkan sangat kecil. Dan berdebu pula, sangat tidak sedap dipandang mata. Kedua, ketika saya dan teman-teman menggunakan tikar yang sudah disediakan disana untuk istirahat sekaligus bermain, tiba-tiba anda seorang pemuda yang datang dan meminta untuk membayar ongkos tikar sebesar Rp. 3000 per kepala / orang. Tentu saja saya membayarnya daripada disuruh pergi dari tempat itu. Saya juga agak bingung itu karyawan sana atau hanya seseorang yang lagi cari untung. Ketiga, Disana banyak sekali penjual makanan dan souvenir khas Subang, namun yang paling saya tidak sukai dari mereka adalah mereka suka masuk kedalam bus-bus, mondar-mandir untuk menawarkan barang mereka.Yang saya takutkan adalah ketika mereka mengambil barang yang ada di bus tersebut alias mencuri. Bajingan kan kalo seperti itu.



ashim center, blog, kritis, gaplex, saran, subang, bandung, brigadista, rihlah, ciater, pemandian, panas, hangat, indonesia, jalan-jalan, travelling, trip



Nah oleh karena itu, saya punya saran untuk pemilik, pengelola, masyarakat dan orang-orang yang kesehariannya tidak bisa dilepaskan dengan Ciater. Yakni : . . .



  • Supaya memaksimalkan lahan parkir tersebut. Jika tidak diaspal paling tidak dipaving lah, kan enak dipandang dan lebih mudah ketika parkir. Masalah dana kan bisa minta bantuan ke pemerintahan setempat. Parkiran maksimal, pengunjung maksimal, penghasilan maksimal. Jadi menjadi Simbiosis Mutualisme.

  • Supaya memberikan pakaian resmi kepada para karyawan di dalam kawasan Ciater, meski bukan karyawan dari pengelola setidaknya memakai pakaian yang sama dan disertai tanda pengenal. Serta memberikan info harga yang lengkap agar tidak terjadi kecurangan dalam pembayaran.

  • Supaya mengawasi para pedagang, pengamen dan penjual di Ciater. Saya tahu mereka tidak semua baik, mesti ada beberapa orang yang mempunyai niat jahat. Oleh karena itu supaya diberi pengetatan oleh pihak pengaman. Dan untuk para wisatawan supaya berhati-hati ketika didalam bus dan ada pedagang yang mondar-mandir. Pastikan barang kalian tetap ada pada tempatnya.


Mungkin itu saja kisah saya dan saran saya pada kesempatan emas kali ini. Jangan lupa selesai Ujian Nasional untuk selalu liburan agar pikiran bebas dari beban yang telah dilalui #JanganPanikMariPiknik. Tetaplah tenang dan tersenyum :) #AshimCenter
Read more ...